Thursday, August 11, 2016

Rio Haryanto, Korporasi dan Keuangan Negara.

Rio Haryanto akhirnya gagal untk melanjutkan kiprahnya di F1 untuk paruh ke-2 seiring dengan tidak adanya dana tambahan untuk menutupi biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan jatah kursi di Formula 1 atau F1 selama 1 musim penuh.

Salah siapa? Ya bukan salah siapa-siapa. 
Semua memang sudah porsinya demikian. APBN negara kita yang mencerminkan keuangan negara kita jelas tidak mungkin untuk membiayai hal-hal prestise individual semacam itu, jangankan untuk hal tersebut untuk cabang olah raga lain yang peluang tingkat prestasinya tinggi pun masih belum memadai. Mengandalkan korporasi baik Swasta dan BUMN juga tidak sepenuhnya efektif karena produk-produk mereka di pasar internasional tergolong masih kecil. Bagaimana mungkin anda beriklan di event internasional tetapi produk anda jarang ditemui sekalipun untuk beberapa negara.

Bagaimana seharusnya?
Agar hal-hal semacam ini dikemudian hari tidak terjadi atau bisa dicari jalan keluar menurut kami ada 3 faktor:
1. Orang yang terlibat harus benar-benar berbakat dan berprestasi agar supaya banyak orang tertarik untuk memakai jasanya.
2. Korporasi harus memperluar pangsa pasar internasional mereka.
3. Komitmen khusus negara yang mungkin bisa dituangkan dalam Undang-undang dengan persyaratan keuangan dan azas manfaat yang sudah diketahui.

Tapi tetap kita harus mengapresiasi Rio Haryanto yang sudah membawa nama Indonesia di F1 serta tim Manor yang mau memberikan kesempatan kepada Rio. Dan tentunya kepada PERTAMINA atas kontribusi yang besar.

*kalau ada yang nanya kenapa Rio malah membayar bukannya dibayar? Karena kursi F1 itu terbatas sedangkan yang ingin berlaga itu banyak dan tim semacam Manor ini adalah tim yang biasa memberikan kesempatan tetapi dengan persyaratan tertentu karena tim Manor ini bukan tim yang istilahnya komersial atau unggulan sehingga pendapatannya didapat dari dana sponsor kepada pembalap berbeda dengan tim lain yang sponsor datang karena memanfaatkan ketenaran tim mereka. Pascal pun (bekas teman setim Rio di Manor) bisa berlaga karena dia adalah binaan Mercedes dan Mercedes memberikan mesin mereka ke Manor.