Thursday, July 28, 2016

Yellow box di perempatan jalan berlampu lalu lintas harus lebih agak serius penerapannya.

Di beberapa tempat di Bandung sudah ada yang menggunakan aturan yellow box. Yellow box yang biasanya ada di perempatan jalan berlampu lalu lintas digunakan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di perempatan jalan yang ramai karena kendaraan tidak boleh bergerak walaupun sudah lampu hijau apabila masih terlihat kendaraan lain berada di dalam kotak yellow box.

Tapi apa iya dengan perilaku pengendara bermotor di kita bisa dengan mudah terwujud disiplin di perempatan jalan yang mempunyai yellow box? Tidak ada yellow box pun ketika masih merah masih saja ada yang menerobos.

Menurut penulis diperlukan penerapan yang agak serius mengenai aturan yellow box tersebut. Penggunaan pemrograman siatuasi dengan aplikasi dan menggunakan peralatan tertentu bisa digunakan.  Diperlukan CCTV dan sensor kendaraan pada area yellow box. Ketika masih ada kendaraan di yellow box maka ada lampu perantara di dekat lampu hijau. Lampu perantara ini mengingatkan pengendara untuk belum bergerak. Lampu perantara ini akan mati bila yellow box sudah bersih dari kendaraan dan artinya kendaraan boleh berjalan. Dan sebaiknya lama waktu lampu perantara menyala dikompensasikan berapa persen untuk lamanya lampu hijau menyala.

Saat ini memang sudah ada pengumuman melalui speaker ketika ada lampu merah menyala. Kita patut apresiasi. Semoga iya menjadi pemahaman bagi pengendara sehingga menjadi semakin tertib berlalu lintas tanpa adanya usaha lebih jauh untuk menertibkan walaupun sah-sah saja dengan alat-alat tambahan.