Thursday, June 16, 2016

Perguruan Tinggi AS mulai meninggalkan ujian masuk ke perguruan tinggi.

Selama ini masuk ke perguruan tinggi di AS terkenal sulit karena calon mahasiswa harus berhadapan dengan ujian masuk seperti SAT dan ACT. Dari nilai atau skor ujian tersebutlah menjadi patokan apakah sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak perguruan tinggi agar bisa ditetapkan menjadi calon mahasiswa.

Sebuah lembaran atau babak baru akan mulai dibuka oleh pihak-pihak berwenang dan berkompeten terhadap pendidikan tinggi di AS. Untuk para calon mahasiswa dari sekolah menengah nantinya para calon mahasiswa tersebut salah satunya akan dinilai melalui minta dan bakat mereka serta antusiasme dan kesediaan dan ketersediaan mereka untuk belajar dan terlibat dalam suatu proyek atau tugas yang dituangkan dalam sebuah laporan.

Sumber lebih jauh:
teenvogue.com/story/harvard-proposes-schools-drop-sat-requirements
fusion.net/story/270387/colleges-drop-sat-act-test-requirement/
businessinsider.in/Top-notch-colleges-in-the-US-are-dropping-a-major-admissions-requirement/articleshow/48244981.cms

Sementara di negara kita lagi sangat kental-kentalnya dengan sisatem nilai dan skor untuk semua jenjang pendidikan. Bahkan di waktu yang lalu sangat heboh dan sangat menyita perhatian dan menimbulkan akibat-akibat yang merugikan.


Wednesday, June 15, 2016

1 lagi ide aplikasi otomotif: Kontrol sistem hiburan di dalam mobil.

1 lagi ide aplikasi otomotif yaitu kontrol sistem hiburan di dalam mobil. Memang ini ada hubungannya dengan gadget dan perangkat keras yang digunakan pada mobil tetapi makin ke depan semua peralatan bisa saja mempunyai konektor atau penghubung universal.

Aplikasi Kontrol Hiburan ini akan menyediakan:
1.Saluran TV 
2.Koneksi Internet
3.Video Recording yang berhubungan dengan seluruh kegiatan dan instrumen mobil.
4. Music Player
5. Video Player
6. GPS dan Peta serta arah jalan.
7. Game dan Permainan
8. Informasi tempat keramaian dan hiburan dimana akan langsung dimunculkan pada layar tv ketika mobil mendekati suatu tempat.

Pada intinya Aplikasi dan Gadget akan menjadi otak atau komputer dari mobil tetapi khusus untuk sistem hiburan.



Tuesday, June 14, 2016

Brand Ambassador Smartphone ya harus pakai Smartphone-nya dong.

Beberapa waktu lalu di media sosial terjadi ramai-ramai tentang salah satu artis ketahuan tidak memakai Smartphone dimana dia menjadi Brand Ambassador (BA). Bagi penulis, seorang BA yang ketahuan tidak memakai Smartphone yang sedang dia promosikan merupakan hal yang sangat tidak etis. Justru dengan memakai artis tersebut si vendor Smartphone tersebut berharap ada kesempatan meraih pasar dan meningkatkan penjualan mereka terlepas dari niat si yang punya ide untuk mengusung suatu artis sebagai BA. Apalagi kalau Smartphone adalah buatan lokal yang mempunyai potensi dan tidak kalah kualitasnya dengan yang sedang memimpin pasar.

Seorang BA pastinya dibayar sangat mahal apalagi kalau si artis tersebut merupakan artis yang sedang naik daun atau artis sudah sangat terkenal. Jadi paling tidak ya ada semangat turut membuat maju brand smartphone yang dia wakilkan.

Kalau memang dia tidak mempunyai minat sama sekali dengan Smartphone yang sedang dia promosikan maka sebaiknya tidak menunjukkan terang-terangan di depan umum ketika dia sedang memakai merk lain apalagi terutama ketika dia sedang menjalankan kewajiban keartisannya termasuk kegiatan di media sosial.




Monday, June 13, 2016

Piala Eropa dengan Piala Copa America Centenario

Sampai sejauh ini diantara dua kejuaraan tersebut saya masih melihat Piala Eropa jauh lebih menarik dari segi permainan.
   x

Tim-tim nasional negara di Piala Eropa hampir semua bermain terbuka dan terus menyerang. Walaupun tidak menghasilkan gol banyak tetapi peluang-peluang dan gebrakan-gebrakan permainan lebih enak dilihat dari Piala Copa America Centenario yang terlihat memainkan sepakbola dengan gaya yang sangat kompleks.


Sunday, June 12, 2016

Bandung Juara? Sudah di jalan menuju juarakah?

Kalau ditanya demikian saya hanya bilang entahlah. Pada periode-periode awal pak Walikota Ridwan Kamil memang terlihat sebuah harapan tetapi konsistensinya makin ke sini makin tidak terjadi. Contoh yang sangat mendasar adalah PKL yang terus-menerus bercokol dan taman-taman yang katanya menjadi andalan menjadi tidak seperti taman yang diharapkan. Taman Super Hero di Jalan Anggrek Bandung yang tadinya berbentuk patung sekarang diisi oleh hanya gambar-gambar dan menjamurnya PKL padahal Taman itu dulunya taman yang sangat tenang dan kondusif buat sebuah sekolah yang ada diseberangnya. Taman Futsal juga sebenarnya sangat kumuh tidak indah karena sekeliling taman memang tidak diperindah. Sudahkah anda melihat pasar PKL khusus hari minggu di seberang Gasibu atau Monumen Perjuangan Jawa Barat? Yang tadinya tertata baik tapi akhirnya menjadi kumuh.

Satu parameter tambahan yang berasal dari suatu pengalaman warga Bandung yang pindah ke Jakarta kemudian melihat Bandung hari ini membuat kita harus melihat bahwa Bandung menjadi tidak sehebat yang diberitakan. Warga tersebut merasa kesemrawutan Bandung dan macetnya Bandung justru menjadi titik yang sangat kritis mengingat pengalamannya waktu dulu di Bandung serta melihat penangan kota Jakarta hari-hari ini.

Dan di sekitar rumah penulis kemarin ini ada perbaikan jalanan. Salah satu proyek Kelurahan. Tetapi apa yang terjadi? Dikerjakan dengan tidak serius. Bahkan jauh lebih tidak baik dengan penangan jalan sebelumnya. Terkesan hanya menghabiskan anggaran.

Pada kesempatan berikutnya penulis akan berusaha menaikkan foto-foto yang dimaksud. Semoga justru ada perubahan sehingga postingan ini bisa diupdate. Jadi inilah kritik warga yang peduli kepada Kang Emil semoga bisa dipertimbangan. Pastinya ada juga perubahan menjadi baik yang mungkin belum dirasakan oleh penulis. Pada akhirnya usaha untuk menuju Bandung Juara membutuhkan 2 sampai 3 kali lipat lebih keras.