Sunday, June 12, 2016

Bandung Juara? Sudah di jalan menuju juarakah?

Kalau ditanya demikian saya hanya bilang entahlah. Pada periode-periode awal pak Walikota Ridwan Kamil memang terlihat sebuah harapan tetapi konsistensinya makin ke sini makin tidak terjadi. Contoh yang sangat mendasar adalah PKL yang terus-menerus bercokol dan taman-taman yang katanya menjadi andalan menjadi tidak seperti taman yang diharapkan. Taman Super Hero di Jalan Anggrek Bandung yang tadinya berbentuk patung sekarang diisi oleh hanya gambar-gambar dan menjamurnya PKL padahal Taman itu dulunya taman yang sangat tenang dan kondusif buat sebuah sekolah yang ada diseberangnya. Taman Futsal juga sebenarnya sangat kumuh tidak indah karena sekeliling taman memang tidak diperindah. Sudahkah anda melihat pasar PKL khusus hari minggu di seberang Gasibu atau Monumen Perjuangan Jawa Barat? Yang tadinya tertata baik tapi akhirnya menjadi kumuh.

Satu parameter tambahan yang berasal dari suatu pengalaman warga Bandung yang pindah ke Jakarta kemudian melihat Bandung hari ini membuat kita harus melihat bahwa Bandung menjadi tidak sehebat yang diberitakan. Warga tersebut merasa kesemrawutan Bandung dan macetnya Bandung justru menjadi titik yang sangat kritis mengingat pengalamannya waktu dulu di Bandung serta melihat penangan kota Jakarta hari-hari ini.

Dan di sekitar rumah penulis kemarin ini ada perbaikan jalanan. Salah satu proyek Kelurahan. Tetapi apa yang terjadi? Dikerjakan dengan tidak serius. Bahkan jauh lebih tidak baik dengan penangan jalan sebelumnya. Terkesan hanya menghabiskan anggaran.

Pada kesempatan berikutnya penulis akan berusaha menaikkan foto-foto yang dimaksud. Semoga justru ada perubahan sehingga postingan ini bisa diupdate. Jadi inilah kritik warga yang peduli kepada Kang Emil semoga bisa dipertimbangan. Pastinya ada juga perubahan menjadi baik yang mungkin belum dirasakan oleh penulis. Pada akhirnya usaha untuk menuju Bandung Juara membutuhkan 2 sampai 3 kali lipat lebih keras.




0 comments:

Post a Comment