Thursday, August 18, 2016

Renungan kemerdekaan Indonesia ke-71 dari kemenangan Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad

Keberhasilan Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad dengan kemenangan memperoleh Emas Olimpiade pada cabang badminton/bulutangkis Rio 2016 pada hari kemerdekaan adalah suatu fakta dan bukti bahwa bangsa dan negara Indonesia dibangun atas pondasi kuat kebersamaan antara seluruh komponen warga tanpa melihat suku, ras dan agamanya. Sebuah kado manis yang luar biasa bagi hari kemerdekaan bangsa dan negara!

Kemengan tersebut adalah sekaligus renungan kepada kita semua apakah kita sudah bersikap dan berjiwa besar menghadapi segala rintangan dan perbedaan yang ada. Lihatlah pada diri anda sendiri apa yang anda telah perbuat pada sesama kepada bangsa dan negeri ini. Bayangkan dahsyatnya bangsa dan negara ini jika kejadian seperti Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad dilakukan pada semua lini dan dilakukan bersama-sama.

Percayalah ini adalah suatu kunci keberhasilan. Tidak ada jalan lain. Dan kami yakin kita bisa! Merdeka!

Thursday, August 11, 2016

Rio Haryanto, Korporasi dan Keuangan Negara.

Rio Haryanto akhirnya gagal untk melanjutkan kiprahnya di F1 untuk paruh ke-2 seiring dengan tidak adanya dana tambahan untuk menutupi biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan jatah kursi di Formula 1 atau F1 selama 1 musim penuh.

Salah siapa? Ya bukan salah siapa-siapa. 
Semua memang sudah porsinya demikian. APBN negara kita yang mencerminkan keuangan negara kita jelas tidak mungkin untuk membiayai hal-hal prestise individual semacam itu, jangankan untuk hal tersebut untuk cabang olah raga lain yang peluang tingkat prestasinya tinggi pun masih belum memadai. Mengandalkan korporasi baik Swasta dan BUMN juga tidak sepenuhnya efektif karena produk-produk mereka di pasar internasional tergolong masih kecil. Bagaimana mungkin anda beriklan di event internasional tetapi produk anda jarang ditemui sekalipun untuk beberapa negara.

Bagaimana seharusnya?
Agar hal-hal semacam ini dikemudian hari tidak terjadi atau bisa dicari jalan keluar menurut kami ada 3 faktor:
1. Orang yang terlibat harus benar-benar berbakat dan berprestasi agar supaya banyak orang tertarik untuk memakai jasanya.
2. Korporasi harus memperluar pangsa pasar internasional mereka.
3. Komitmen khusus negara yang mungkin bisa dituangkan dalam Undang-undang dengan persyaratan keuangan dan azas manfaat yang sudah diketahui.

Tapi tetap kita harus mengapresiasi Rio Haryanto yang sudah membawa nama Indonesia di F1 serta tim Manor yang mau memberikan kesempatan kepada Rio. Dan tentunya kepada PERTAMINA atas kontribusi yang besar.

*kalau ada yang nanya kenapa Rio malah membayar bukannya dibayar? Karena kursi F1 itu terbatas sedangkan yang ingin berlaga itu banyak dan tim semacam Manor ini adalah tim yang biasa memberikan kesempatan tetapi dengan persyaratan tertentu karena tim Manor ini bukan tim yang istilahnya komersial atau unggulan sehingga pendapatannya didapat dari dana sponsor kepada pembalap berbeda dengan tim lain yang sponsor datang karena memanfaatkan ketenaran tim mereka. Pascal pun (bekas teman setim Rio di Manor) bisa berlaga karena dia adalah binaan Mercedes dan Mercedes memberikan mesin mereka ke Manor.

Thursday, July 28, 2016

Yellow box di perempatan jalan berlampu lalu lintas harus lebih agak serius penerapannya.

Di beberapa tempat di Bandung sudah ada yang menggunakan aturan yellow box. Yellow box yang biasanya ada di perempatan jalan berlampu lalu lintas digunakan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di perempatan jalan yang ramai karena kendaraan tidak boleh bergerak walaupun sudah lampu hijau apabila masih terlihat kendaraan lain berada di dalam kotak yellow box.

Tapi apa iya dengan perilaku pengendara bermotor di kita bisa dengan mudah terwujud disiplin di perempatan jalan yang mempunyai yellow box? Tidak ada yellow box pun ketika masih merah masih saja ada yang menerobos.

Menurut penulis diperlukan penerapan yang agak serius mengenai aturan yellow box tersebut. Penggunaan pemrograman siatuasi dengan aplikasi dan menggunakan peralatan tertentu bisa digunakan.  Diperlukan CCTV dan sensor kendaraan pada area yellow box. Ketika masih ada kendaraan di yellow box maka ada lampu perantara di dekat lampu hijau. Lampu perantara ini mengingatkan pengendara untuk belum bergerak. Lampu perantara ini akan mati bila yellow box sudah bersih dari kendaraan dan artinya kendaraan boleh berjalan. Dan sebaiknya lama waktu lampu perantara menyala dikompensasikan berapa persen untuk lamanya lampu hijau menyala.

Saat ini memang sudah ada pengumuman melalui speaker ketika ada lampu merah menyala. Kita patut apresiasi. Semoga iya menjadi pemahaman bagi pengendara sehingga menjadi semakin tertib berlalu lintas tanpa adanya usaha lebih jauh untuk menertibkan walaupun sah-sah saja dengan alat-alat tambahan.


Monday, July 11, 2016

Film Indonesia tidak ada yang bergenre science fiction.

Disadari atau tidak Film Indonesia tidak ada yang bergenre science fiction atau cerita fiksi yang digabungkan dengan ilmu pengetahuan. Sebenarnya tidak perlu lah sampai harus membuat set spektakuler contohnya seperti dalam Star Wars atau Star Trek, hanya saja daya imajinasi dan ilmu pengetahuan yang memang tidak bisa dipadukan dan ditumbuhkan oleh SDM kita karena berbagai hal. Ketakutan akan selera penonton menjadikan jangankan untuk berpikir untuk mebuatnya tetapi untuk melontarkan ide saja pastinya menjadi ragu-ragu atau tidak berani.

Film science fiction menurut kami bisa menjadi parameter bagaimana kondisi SDM kita terutama di bidang yang bersangkut paut dengan ilmu pengetahuan. Salah satu upaya penciptaan bukan saja berasal dari penelitian yang memecahkan masalah tetapi juga dari daya imajinasi sebagai seorang manusia yang berkemajuan dalam berpikir. Tidak terbayangkan sebelumnya pada zaman dahulu bahwa panel-panel operasional pesawat yang dipencet dalam film Star Trek bisa menjadi dan semakin booming saat ini yang diwakilkan oleh layar sentuh gadget.

Film Indonesia yang paling berkesan mengenai fiksi ilmu pengetahuan adalah film yang dibawakan oleh Trio Warkop DKI dalam "Manusia 6 Juta Dollar" dan "Sama Juga Bohong" dan beberapa scene atau bagian di film lainnya. Sedangkan serial yang paling diingat adalah Serial Ramadhan "Lorong Waktu". Walaupun kesemuanya bukanlah ide yang asli tapi keberenaian dalam menghasilkannya patut diacungi jempol. Mungkin juga ada beberapa contoh lainnya yang penulis belum atau lupa mengetahuinya.

Jadi akankah muncul film lain?

Wednesday, July 6, 2016

Format 24 tim piala Eropa 2016 cukup adil.

Penyelenggaraan turnamen sepak bola piala Eropa tahun ini memakai format baru dengan menggunakan 24 tim dari sebelumnya 16 tim. Format ini menurut penulis cukup adil karena 2 hal yaitu:

1. Negara-negara di Eropa peserta piala Eropa mempunyai peluang yang besar untuk berlaga di turnamen piala Eropa.
2. Setiap negara yang akhirnya maju atau lolos ke turnamen Piala Eropa mempunyai kesempatan yang cukup untuk mendapatkan bentuk permainan terbaiknya. Dalam artian apabila sebuah tim sempat kalah atau bermain imbang di babak penyisihan grup maka masih ada kesempatan untuk memperbaikinya terutama untuk tim-tim unggulan.

Sunday, June 26, 2016

Dilematisnya Operator Seluler selain Telkomsel.

Ada perumusan yang mungkin bisa mewakili posisi dilematis operator seluler selain Telkomsel untuk menentukan harga internet mereka berdasarkan hasil analisa penulis. 
Rekaan perumusan tersebut adalah:
-Biaya investasi teknologi=mahal. Oleh karena itu maka pendapatan harus meningkat dengan tajam.
-Sudah mahal kuota/kapasitas pun terbatas atau bisa jadi menjadi rebutan oleh konsumen mereka dan berakibat pada kinerja pemakaian internet.
-Sudah mahal tetapi kinerja internet mengecewakan pastinya akan ditinggal konsumen dan berbuntut kerugian.
-Jika dikasih harga murah tentu saja sangat merugikan dari sisi keuangan. Dan ingat, murah akan banyak konsumen dan pada akhirnya menurunkan kualitas pemakaian internet.
-Mau menjadi bagus tapi ingat bahwa investasi mahal dan keuangan pun belum mumpuni. Apa iya mau investasi jor-joran?
-Keunggulan Telkomsel adalah kemudahan meningkatkan investasi (mudah modal dan akses) yang berimbas pada kuota atau kapasitas yang menentukan kualitas internet yang lebih baik dari pesaingnya.
-Tentunya tidak ada alasan bagi Telkomsel untuk memberi harga murah layanannya.


Strateginya kalau saja setiap operator seluler selain Telkomsel untuk fokus dan melakukan peningkatan layanan pada apa yang mereka punya dan sepakat sudah ada jatah dan wilayah operasi mereka masing-masing tanpa ada pemikiran ekspansi wilayah maka bisa saja mereka melawan dominasi Telkomsel.



Thursday, June 23, 2016

Manuver Indosat dan dominannya Telkom.

Beberapa hari yang lalu tersiar kabar bagaimana Indosat melakukan manuver marketing dengan langsung frontal menyerang Telkomsel melalui kampanye bahwa Telkomsel mempunyai tarif yang mahal. Dalam dunia marketing hal saling meledek dan menyinggung sering terjadi dalam kampanye iklan. Kita bisa lihat bagaimana dua brand yang merupakan pimpinan pasar dan sekaligus pesaing saling memberikan sindiran melalui kampanye produk dalam iklan mereka semisal Samsung ke Apple atau Pepsi Cola dan Coca-cola. Dalam kasus Indosat versus Telkomsel ini ada keunikan tersendiri dimana Indosat benar-benar menyebut nama brand yaitu Telkomsel. 

Saya tidak akan menilai apakah yang dilakukan Indosat legal atau etis tetapi suatu hal yang pasti ada pemicu yang membuat Indosat sedemikian seperti sudah putus asa. Telkomsel adalah anak perusahaan Telkom sesuai dengan saham yang ia kuasai. Sedangkan Telkom adalah BUMN. Sedangkan Indosat dikuasai oleh orang asing. Dari dua hal ini saja sudah terlihat ada pemisahan yang mendasar layaknya kita bisa menilai bahwa milik negara adalah prioritas. Telkomsel sudah mempunyai jaringan di seluruh kecamatan di Indonesia. Pencapaian ini relatif mudah karena mempunyai pengalaman dari Telkom sebagai satu-satunya penyedia telekomunikasi di Indonesia dari sejak dahulu kala dan tentunya menjangkau seluruh Indonesia.

Siapa coba yang bisa menang (atau paling tidak menandingi dengan gap yang tidak jomplang) dari pengalaman, modal, relasi, dan infrastruktur yang bisa dibilang cukup mapan walaupun sebenarnya peluang tetap ada. Teknologi Telekomunikasi itu sangat mahal. Kalau operator seluler Indosat dan yang lain-lain mematok harga murah maka sudah pasti tenggelam. Harga mahal saja kapasitas langsung penuh dan membuat pelanggan berebutan.

Jadi bagaimana? Bagaimana menandingi keperkasaan Telkom/Telkomsel? Jujur kalau saya sebagai CEO Indosat dan yang lain-lain saya tidak bisa memikirkan hal yang revolusioner untuk mendobrak pimpinan pasar. Yang ada kita hanya bisa merengek ke konsumen yang ada seperti salah satu operator seluler yang terus memberikan penawaran pulsa dan koneksivitas lewat SMS-SMS nya.

Satu lagi dominannya Telkom ada di layanan fiber optic untuk data internet dan tv kabel. Lihat saja begitu mudahnya jaringan terbangun karena memang sudah ada tiang Telkom sebelumnya. Tidak peduli kapasitas yang penting itu tiang bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya. Bandingkan dengan pesain yang hanya bisa ngos-ngosan untuk mengusahakan tiang-tiang milik mereka sendiri. Padahal yang benar saja kalau semua operator fiber optic harus punya tiang. Bisa dibayangkan kan di sudut jalan kaya hutan besi?

Ya begitulah ya cerita soal perusahaan telekomunikasi di negara kita. Tidak diketahui apakah kondisinya di negara lain sama. Kalau sama ya ngapain tuh perusahaan asing mau investasi telekomunikasi di kita. Ya kita nantikan saja drama-drama lain selanjutnya.


Thursday, June 16, 2016

Perguruan Tinggi AS mulai meninggalkan ujian masuk ke perguruan tinggi.

Selama ini masuk ke perguruan tinggi di AS terkenal sulit karena calon mahasiswa harus berhadapan dengan ujian masuk seperti SAT dan ACT. Dari nilai atau skor ujian tersebutlah menjadi patokan apakah sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak perguruan tinggi agar bisa ditetapkan menjadi calon mahasiswa.

Sebuah lembaran atau babak baru akan mulai dibuka oleh pihak-pihak berwenang dan berkompeten terhadap pendidikan tinggi di AS. Untuk para calon mahasiswa dari sekolah menengah nantinya para calon mahasiswa tersebut salah satunya akan dinilai melalui minta dan bakat mereka serta antusiasme dan kesediaan dan ketersediaan mereka untuk belajar dan terlibat dalam suatu proyek atau tugas yang dituangkan dalam sebuah laporan.

Sumber lebih jauh:
teenvogue.com/story/harvard-proposes-schools-drop-sat-requirements
fusion.net/story/270387/colleges-drop-sat-act-test-requirement/
businessinsider.in/Top-notch-colleges-in-the-US-are-dropping-a-major-admissions-requirement/articleshow/48244981.cms

Sementara di negara kita lagi sangat kental-kentalnya dengan sisatem nilai dan skor untuk semua jenjang pendidikan. Bahkan di waktu yang lalu sangat heboh dan sangat menyita perhatian dan menimbulkan akibat-akibat yang merugikan.


Wednesday, June 15, 2016

1 lagi ide aplikasi otomotif: Kontrol sistem hiburan di dalam mobil.

1 lagi ide aplikasi otomotif yaitu kontrol sistem hiburan di dalam mobil. Memang ini ada hubungannya dengan gadget dan perangkat keras yang digunakan pada mobil tetapi makin ke depan semua peralatan bisa saja mempunyai konektor atau penghubung universal.

Aplikasi Kontrol Hiburan ini akan menyediakan:
1.Saluran TV 
2.Koneksi Internet
3.Video Recording yang berhubungan dengan seluruh kegiatan dan instrumen mobil.
4. Music Player
5. Video Player
6. GPS dan Peta serta arah jalan.
7. Game dan Permainan
8. Informasi tempat keramaian dan hiburan dimana akan langsung dimunculkan pada layar tv ketika mobil mendekati suatu tempat.

Pada intinya Aplikasi dan Gadget akan menjadi otak atau komputer dari mobil tetapi khusus untuk sistem hiburan.



Tuesday, June 14, 2016

Brand Ambassador Smartphone ya harus pakai Smartphone-nya dong.

Beberapa waktu lalu di media sosial terjadi ramai-ramai tentang salah satu artis ketahuan tidak memakai Smartphone dimana dia menjadi Brand Ambassador (BA). Bagi penulis, seorang BA yang ketahuan tidak memakai Smartphone yang sedang dia promosikan merupakan hal yang sangat tidak etis. Justru dengan memakai artis tersebut si vendor Smartphone tersebut berharap ada kesempatan meraih pasar dan meningkatkan penjualan mereka terlepas dari niat si yang punya ide untuk mengusung suatu artis sebagai BA. Apalagi kalau Smartphone adalah buatan lokal yang mempunyai potensi dan tidak kalah kualitasnya dengan yang sedang memimpin pasar.

Seorang BA pastinya dibayar sangat mahal apalagi kalau si artis tersebut merupakan artis yang sedang naik daun atau artis sudah sangat terkenal. Jadi paling tidak ya ada semangat turut membuat maju brand smartphone yang dia wakilkan.

Kalau memang dia tidak mempunyai minat sama sekali dengan Smartphone yang sedang dia promosikan maka sebaiknya tidak menunjukkan terang-terangan di depan umum ketika dia sedang memakai merk lain apalagi terutama ketika dia sedang menjalankan kewajiban keartisannya termasuk kegiatan di media sosial.




Monday, June 13, 2016

Piala Eropa dengan Piala Copa America Centenario

Sampai sejauh ini diantara dua kejuaraan tersebut saya masih melihat Piala Eropa jauh lebih menarik dari segi permainan.
   x

Tim-tim nasional negara di Piala Eropa hampir semua bermain terbuka dan terus menyerang. Walaupun tidak menghasilkan gol banyak tetapi peluang-peluang dan gebrakan-gebrakan permainan lebih enak dilihat dari Piala Copa America Centenario yang terlihat memainkan sepakbola dengan gaya yang sangat kompleks.


Sunday, June 12, 2016

Bandung Juara? Sudah di jalan menuju juarakah?

Kalau ditanya demikian saya hanya bilang entahlah. Pada periode-periode awal pak Walikota Ridwan Kamil memang terlihat sebuah harapan tetapi konsistensinya makin ke sini makin tidak terjadi. Contoh yang sangat mendasar adalah PKL yang terus-menerus bercokol dan taman-taman yang katanya menjadi andalan menjadi tidak seperti taman yang diharapkan. Taman Super Hero di Jalan Anggrek Bandung yang tadinya berbentuk patung sekarang diisi oleh hanya gambar-gambar dan menjamurnya PKL padahal Taman itu dulunya taman yang sangat tenang dan kondusif buat sebuah sekolah yang ada diseberangnya. Taman Futsal juga sebenarnya sangat kumuh tidak indah karena sekeliling taman memang tidak diperindah. Sudahkah anda melihat pasar PKL khusus hari minggu di seberang Gasibu atau Monumen Perjuangan Jawa Barat? Yang tadinya tertata baik tapi akhirnya menjadi kumuh.

Satu parameter tambahan yang berasal dari suatu pengalaman warga Bandung yang pindah ke Jakarta kemudian melihat Bandung hari ini membuat kita harus melihat bahwa Bandung menjadi tidak sehebat yang diberitakan. Warga tersebut merasa kesemrawutan Bandung dan macetnya Bandung justru menjadi titik yang sangat kritis mengingat pengalamannya waktu dulu di Bandung serta melihat penangan kota Jakarta hari-hari ini.

Dan di sekitar rumah penulis kemarin ini ada perbaikan jalanan. Salah satu proyek Kelurahan. Tetapi apa yang terjadi? Dikerjakan dengan tidak serius. Bahkan jauh lebih tidak baik dengan penangan jalan sebelumnya. Terkesan hanya menghabiskan anggaran.

Pada kesempatan berikutnya penulis akan berusaha menaikkan foto-foto yang dimaksud. Semoga justru ada perubahan sehingga postingan ini bisa diupdate. Jadi inilah kritik warga yang peduli kepada Kang Emil semoga bisa dipertimbangan. Pastinya ada juga perubahan menjadi baik yang mungkin belum dirasakan oleh penulis. Pada akhirnya usaha untuk menuju Bandung Juara membutuhkan 2 sampai 3 kali lipat lebih keras.




Saturday, June 11, 2016

Ide Bisnis Aplikasi Otomotif Bengkel

Dimasa depan diagnosis tentang kerusakan mobil atau motor atau alat transportasi lainnya akan tersedia dengan cepat karena mobil akan mempunyai output hasil proses tekomputerisasi pada semua elemen mobil. Tetapi mungkin kita tidak perlu sampai situ dulu. Berikut ini adalah sebuah usulan ide aplikasi otomotif yang bisa dikembangkan.

Aplikasi Otomotif Bengkel dan Kondisi Darurat
1. Pada peta akan terlihat ikon bengkel-bengkel mobil atau motor terdekat ataupun mekanik yang siap. 
2. Pengguna aplikasi dapat menghubungi dengan cara menyentuh ikon pada peta digital tersebut. Dan memberikan notifikasi adanya permasalahan pada motor atau mobil.
3. Jika pemotor mengetahui dengan pasti apa kerusakannya maka bisa langsung disampaikan agar bisa sekalian dibawa sparepartnya. Bila tidak paham bisa memberikan indikasi-indikasi bahkan disertai foto penunjang.
4. Berdasarkan no.3 diharapkan sudah diterima estimasi harga layanan dan harga sparepart. Transparansi harga  dan biaya sangat penting, bahkan antar bengkel dan mekanik bisa bersaing.

Selain itu ada tambahan yang bisa jadi  cukup penting:
5. Aplikasi memberikan juga informasi SPBU terdekat. Bahkan seharusnya SPBU bisa mengantarkan bahan bakar ke konsumen yang tidak bisa bergerak.
6. Memberikan juga informasi tambal ban terdekat dan kalau bisa tambal ban yang datang ke tempat konsumen yang sedang bermasalah.

Yang sudah banyak juga ada:
7. Cara mendiagnosis sendiri masalah-masalah pada motor atau mobil disertai juga langkah-langkah darurat menanganinya.

Tambahan:
8. Peraturan perlalu-lintasan dan rambu-rambu.
9. Reminder atau pengingat perpanjang SIM dan STNK anda atau notifikasi lainnya yang berhubungan mobil dan motor.
10. Estimasi bahan bakar dengan jarak tempuh.
11.dll yang bisa dianggap penting juga.

Selamat bagi yang akan atau sudah merealisasikan atau ide yang serupa. Jangan lupa berbagi informasi dengan kami atau bahkan menganjar serta bekerja sama atau sekedar memberitahukan pengembangannya.

Friday, June 10, 2016

Ekspansi pionir atau jawara TI pada transportasi masa depan dan tantangan perusahaan ritel.

Tercatat beberapa pionir atau jawara teknologi informasi mulai mengembangkan dengan serius bentuk transportasi masa depan. Google, Apple dan Amazon adalah 3 dari antaranya. Mulai dari mobil yang mengemudi sendiri sampai mobil terbang dan juga layanan transportasi untuk ritel.

Oleh karena itu kita tidak boleh berdiam diri dalam mengembangkan bisnis transportasi masa depan. Faktanya adalah dengan banyaknya perusahaan teknologi informasi yang mengembangkan transportasi membuktikan bahwa dunia teknologi informasi mempunyai andil dalam pengembangan transportasi masa depan entah karena modal yang besar atau karena kemampuan teknis mereka yang terbiasa menciptakan seuatu yang rumit bahkan futuristik.

Oleh karena itu bagi para perusahaan di Indonesia yang merasa transportasi menjadi kunci di masa depan seperti ritel yang direct kepada konsumen maka sebaiknya jangan gagap. Mulailah mengembangkan transportasi efektif sama seperti Amazon yang bahkan menggunakan drone. Mulailah dengan hal-hal yang kecil seperti dari penggunaan motor berbagasi sampai aplikasi yang komprehensif menangani permintaan konsumen akan kebutuhan pembelian ritel dan grosir.

Thursday, June 9, 2016

Kenapa Google tidak akan bisa ditolak kehadirannya? dihubungkan dengan pengembangan teknologi informasi dimasa depan.

Kenapa Google tidak akan bisa ditolak kehadirannya? dihubungkan dengan pengembangan teknologi informasi dimasa depan. Itu semua tidak lain dan tidak bukan karena Google Maps dan Google Earth. Bahkan apple pun yang coba mengembangkan sumber data lokasi inipun akhirnya gagal dan belum terdengar lagi perkembangan terakhir mereka. Google sudah mengembangkan bertahun-tahun hingga mungkin sudah masuk dasawarsa sebelum akhirnya ramai dikembangkan untuk aplikasi turunannya. Mengejar teknologi google pada Maps dan Earth membutuhkan usaha minimal dua kali lipat. Kalau ada pesaing untuk peta internet ini tentunya  sangat menguntungkan bagi siapapun.

Kenapa ini menjadi sangat vital? Karena semua pergerakan orang dan barang dihubungkan dengan kebutuhan manusia berjalan di atas jalan dan area-area atau lokasi tertentu. Dan ini disadari betul oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia teknologi informasi. Google Maps dan Earth masih sangat dibutuhkan bagi para pengembang aplikasi. Pergerakan barang dan orang masih akan ada dan semakin serius sampai puluhan dan ratusan tahun kedepan sampai akhirnya adanya teknologi perpindahan barang secara teleportasi (dengan alat seperti Transporter pada serial atau film Star Trek). Teleportasi pun membutuhkan koordinat walaupun rute dan jejak mungkin tidak bisa terpantau.

Transporter pada serial Star Trek

Hampir semua aplikasi yang membutuhkan informasi jalan, area, dan koordinat posisi mayoritas menggunakan sumber data Google Maps. Bayangkan saja jika Google ditolak atau diblokir maka semua pergerakan atau transportasi orang dan barang tidak dapat dipantau. Selain itu jika Google terblokir maka sejumlah layanan dan aplikasi tidak dapat dijalankan. Akibatnya semua menjadi konvensional mengakibatkan efisiensi tidak tercapai dan biaya menjadi meningkat. Dimasa depan 1 ikon atau posisi di Google Maps akan banyak menyimpan informasi. Bahkan mungkin posisi barang anda di rumah bisa terpantau.

Itu hanya sebagian dari Google apalagi kalau kita harus melihat lebih dalam bagaimana Google sudah menyimpan ratusan milyar data internet pada database mereka.

Teknologi yang mungkin masih kita kembangkan sehingga bisa terdepan.

Sejujurnya kalau kita bersaing di teknologi informasi yang berkesinambungan dan mutakhir maka sudah amat jauh ketinggalan terutama dalam penciptaan baru dan rekayasa. Coba lihat saja baru sekitar 8 tahun terakhir ini SIM terkomputerisasi diterapkan sampai level terbawah setingkat toko padahal teori SIM sudah ada sangat lama. e-KTP pun baru beberapa tahun terakhir.

Yang masih bisa dikembangkan sehingga kita bisa saja menjadi yang terdepan adalah:
1. Rekayasa pangan. Penciptaan varietas unggul ataupun varietas baru yang semakin efisien dan mempunyai kualitas rasa yang baik tapi tentunya dengan menurunkan penggunaan bahan kimia untuk proses penanaman.
2. Rekayasa tanah sehingga apapun bisa tumbuh subur dan tentunya efisiensi dari segi penanaman.
3. Rekayasa budi daya perikanan baik di air tawar dan perikanan laut.
4. Rekayasa sandang. Melalui penelitian bahan baju dan bahan ramah lingkungan atau bahkan daur ulang.
5. Rekayasa bahan daur ulang sehingga bisa membuat manufakturing baru.

Mengapa tiga hal di atas? Karena memang negara kita masih mempunyai lahan tanah produksi yang masih cukup bagus dan wilayah laut yang sangat luas serta sumber daya lain yang mendukung. Sebenarnya bidang-bidang lain masih cukup terbuka hanya saja pembiayaan penelitian baik dari swasta dan pemerintah sangat-sangat minim. Kalaupun sudah tercipta maka untuk menjadi produksi massal masih sangat sulit karena pembiayaan dan perlindungan/kepastian hukum.

Wednesday, June 8, 2016

StartUp yang pastinya butuh kerja keras. Contoh kasus: Jasa Pengiriman Kargo International.

Bersumber dari berita ini: techcrunch.com/2016/06/07/flexport/ dengan judul berita 'The unsexiest trillion-dollar startup'
Keterangan di website flexport

Inti dari berita itu adalah adanya StartUp atau perusahaan baru dengan visi global yang tidak begitu menarik walaupun nilainya triliunan. Perusahaan itu adalah semacam jasa mengurus pengiriman kargo anda untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya dan disertai juga layanan broker kepabeanan atau bea cukai untuk kargo yang dikirimkan menggunakan jasa mereka dilaksanakan secara terintegrasi dan disajikan dalam sebuah aplikasi yang bisa dipantau real time oleh kustomer disertai dengan data-data yang menunjang. Dengan kata lain ini sebuah SCM atau Supply Chain Management yang bisa disewa tetapi skalanya internasional atau menangani perdagangan internasional dengan data-data yang sangat transparan.

Kenapa si penulis artikel tersebut menilai dengan tidak menarik atau tidak seksi? Karena yang dikerjakan sangat kompleks dan rumit dan tentunya membutuhkan kerjas keras lintas negara untuk mengelolanya. Dan pantas saja saingan mereka tidak banyak padahal nilainya triliunan.

Startup tersebut basisnya masih di beberapa negara. Coba saja di Indonesia ada yang sudah mengerjakan hal demikian. Jangan sampai nanti kita hanya bisa marah-marah karena jasa yang dipakai buatan oranag lain. Padahal jasa kargo tersebut sangat penting terutama buat ekspor kita.

Startup tidak melulu soal intensitas pekerjaan yang relatif mudah karena menggunakan software, terbukti Startup yang kita bahas ternyata memiliki tingkat kompleksitas yang rumit. Intinya adalah kalau sangat serius dijalankan apapun pekerjaannya bisa membuahkan hasil yang baik begitu juga jika kita membangun Startup.

Tuesday, June 7, 2016

Indonesia harus memproduksi dan menjual, jangan hanya jadi konsumen.

Berawal dari berite dari sumber ini: businessinsider.com/r-ibm-signs-300-million-it-deal-with-emirates-airline-2016-6?IR=T&r=US&IR=T
IBM signed a $300 million IT deal with Emirates Airline
IBM mendatangani kesepakatan Teknologi Informasi senilai 300 juta dollar Amerika dengan maskapai penerbangan Emirates.

Pernah tidak kesepakatan dengan nilai fantastis dalam dua bidang bergengsi (teknologi informasi dan bisnis maskapai penerbangan) bisa melibatkan negara kita?
Yang sudah terjadi adalah salah satu maskapai kita memesan pesawat dari salah satu perusahaan pembuat pesawat terkemuka dengan nilai fantastis.

Kalau saja ada perusahaan teknologi informasi Indonesia yang mampu mengadakan dan menjual teknologi semacam itu dan mempunyai kesepakatan dengan nilai fantastis maka tentu saja berpengaruh pada peningkatan ekonomi kita.

Indonesia jangan hanya menjadi konsumen tetapi harus berani memproduksi dan menjual yang bukan menjadi basis ekspor seperti pertanian, barang pabrikan dan hasil alam.
Bukan hanya bidang teknologi informasi tetapi bidang-bidang lainnya seharusnya mempunyai kemampuan memproduksi dan menjual barang tersebut melalui mekanisme ekspor bahkan seharusnya ada ide asli dari Indonesia yang bisa menjual. Intinya adalah kita harus bisa meraih keuntungan ekonomi dari negara lain lebih luas lagi.


Satu kunci modal dasar membangun konten internet: Konsisten.

Jika anda memutuskan untuk membuat konten internet baik itu berupa website, blog, video atau apapun maka ada satu kunci dasar agar bisa sukses menarik orang yang berinternet untuk mengunjungi konten anda. Satu kunci sebagai modal dasar itu adalah konsisten.

Konsisten atau consistency adalah suatu keadaan yang sering masuk dalam perhitungan atau algoritma mesin pencari untuk menentukan peringkat konten anda dalam database mereka.

Konsisten meliputi:
1. Konsisten dalam memperbaharui konten anda secara berkala. Bila dalam satu minggu anda sering update website anda maka mesin pencari akan memberikan nilai tersendiri dan menaikkan prioritas konten anda untuk dicari oleh orang. Akan menjadi sulit apabila terdapat jeda yang panjang kecuali konten itu memang tetap menarik setiap waktu.

2. Konsisten dengan topik atau thema yang diwakilkan dalam kata kunci dan kategori. Dengan kata lain apabila anda menyajikan konten tentang otomotif ya maka harus konsisten dengan bahasan mengenai apapun tentang otomotif. Dan apabila anda mulai mengkhususkan konten anda tentang mobil maka ada baiknya dalam perjalanannya tidak sekalipun membahas tentang motor. Walaupun konten anda berbentuk portal atau website atau situs berita tetap harus konsisten antara isi dengan kategori dan juga kata kunci.

3. Konsisten dengan kualitas dan kuantitas konten. Misalkan dalam setiap posting blog anda harus menetapkan jumlah kalimat dan kata minimal yang harus anda sajikan untuk setiap bahasannya.

Kalau dengan modal dasar seperti di atas ditambah dengan konten yang menarik maka jalan anda menghasilkan konten yang sering dikunjungi setidaknya mulai terbentuk.


Monday, June 6, 2016

Penjualan Internet: Kamu harus dipertemukan dengan orang yang tepat.

Apa yang dimaksud dengan 'kamu harus dipertemukan dengan orang yang tepat'?

Internet itu sangat-sangat luas hanya saja cakupan orang menjelajahinya sangat terbatas. Barang yang anda jual sebagai penjual di Internet hanya 1 dari ratus jutaan item yang ditawarkan di internet. Untuk itulah ada mesin pencari, tapi mesin pencari pun menetapkan kriteria terhadap data (dalam hal ini item penjualan) agar bisa ditempatkan untuk mudah dan cepat dicari. Agar masuk kriteria itulah orang harus mempunyai teknik SEO atau Search Engine Optimization.

Kalau tidak melalui cara atau jalan di atas maka anda harus mempunyai teman atau follower yang banyak di media sosial yang anda punyai. Pernah dengar kan wah si A jualan anu laku di Facebook. Itu artinya si A memang dipertemukan orang yang tepat. Tepat dalam hal ini adalah rasa kepercayaan akan keamanan transaksi dikarenakan hubungan relasi dan pertemanan. Ada rasa selera yang sama terhadap suatu barang dan tentunya kebutuhan yang memang pas sesuai segmen orang-orang yang berteman atau menjadi follower/pengikut media sosial sperti twitter.

Tapi anda pernah juga kan mendengar si B udah pake Facebook, Twitter dan Instagram bahkan metode konvensional seperti melalui siaran radio dan televisi tapi tidak bisa menghasilkan penjualan yang memuaskan? Itu karena pembeli belum ditemui oleh si penjual. Ada beberapa sebab karena hal tersebut:
1. Memang follower atau temannya di media sosial tersebut jumlahnya sedikit dan segmen pembeli kurang tepat dan kebetulan barang memang sesuatu yang dibutuhkan oleh orang-orang tertentu.
2. Tidak bisa juga hanya ditaruh begitu saja di internet tanpa ada usaha lainnya (seperti penggunaan SEO di atas)
3. Tidak ada kata kunci penghubung yang memancing pembeli atau bahkan pembeli tidak menemukan sesuai harapannya bisa karena hal no.2 di atas atau pemasangat iklan internet, apalagi barang harus dipertemukan kepada calon pembeli dengan segmen yang tepat. Perlu diingatkan juga bahwa pembelian dadakan bukan karena kebutuhan sangat sering terjadi di internet.

Dan tambahan adalah yang menjual untuk 1 item jenis barang di Internet bisa jadi bukan anda saja, ada banyak penjual lain sehingga bisa terjadi persaingan. Oleh karena itu usaha-usaha tambahan untuk meningkatkan penjualan anda bisa jadi sangat dibutuhkan sehingga anda sebagai penjual barang dipertemukan dengan orang yang tepat dalam hal ini pembeli item barang anda.

Beli dua lebih baik? Strategi Penjualan salah satu minimarket.

Salah satu strategi penjualan sebuah minimarket kuning dalam beberapa kesempatan selalu menawarkan untuk beli dua buah untuk item dan varian yang sama maka harganya bisa diskon atau mendapatkan gratis satu buah alias beli dua gratis satu. Bagi saya ini strategi yang bagus tapi ada baiknya lebih dipertimbangkan oleh pembali.

Hal yang dipertimbangkan adalah apakah sesuai dengan kebutuhan anda?
1. Kalau yang dibeli makanan tentunya kalau dikonsumsi sendiri akan menambah kalori anda kecuali akan diberikan orang lain.
2. Uang yang digunakan berlebih sebenarnya bisa digunakan untuk produk lain yang juga penting  yang kadang bisa munculatau sekedar menghemat uang belanja anda.
3. Kalau varian yang berbeda tentu saja bisa lebih baik, misal beli satu item produk makana dua yang rasa coklat bisa gratis rasa lainnya. Pada kenyataannya hanya bisa coklat lagi.

Jadi beli dua gratis satu belum tentu lebih baik. Beli satu saja membutuhkan pertimbangan matang apalagi beli dua walaupun dengan iming-iming potongan harga/diskon atau gratis per buah, apalagi kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih. Jadi bijaksanalah wahai konsumen peduli keuangan :)


Sunday, June 5, 2016

Sebuah Trik Sederhana Untuk Mengurangi Konsumsi Cemilan

Sumber: businessinsider.co.id/science-study-snack-food-2016-5?r=US&IR=T

Ada trik yang sederhana agar kita dapat mengurangi konsumsi cemilan atau makanan lainnya. Makan makanan cemilan diyakini faktor yang cukup besar dalam menambah asupan kalori anda sehingga bisa mempengaruhi tubuh anda. Untuk yang sedang diet mungkin trik ini bisa dipakai.

Berdasarkan sumber di atas sekumpulan peneliti telah melakukan penelitian pola/kebiasaan makan terhadap sekumpulan mahasiswa yang diberikan beberapa cemilan/makanan untuk dikonsumsi dan menemukan beberapa hasil penelitian yang bisa mempengaruhi konsumsi cemilan/makanan anda.

Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa semakin anda fokus pada suara makanan yang dikunyah maka semakin sedikit anda mengkonsumsi cemilan/makanan. Dan semakin suara itu hilang karena tertutup oleh suara TV atau suara musik maka semakin banyak anda mengkonsumsi cemilan/makanan.

Hasil penelitian ini sudah diterbitkan di sumber jurnal penelitian internasional elsevier.


Friday, June 3, 2016

4 Hal yang harus diperhitungkan entrepreneur bidang otomotif dan transportasi Indonesia untuk bisnis di masa yang akan datang.

Drone yang dikembangkan oleh peritel online Amazon untuk mengirim buku atau item lain yang dibeli oleh konsumen di toko online mereka. sumber: www.amazon.com

Ada empat hal yang harus diperhitungkan entrepreneur/technopreneur bidang otomotif dan transportasi Indonesia untuk bisnis di masa yang akan datang. Semuanya melibatkan teknologi tingkat tinggi. 4 hal tersebut ialah:

1. Drone tau pesawat tanpa awak.
Beberapa peritel online di luar negeri sudah mulai mengembangkan drone sebagai transportasi dalam mengirim barang-barang mereka. Di Indonesia Drone paling banyak sebagai bisnis dokumentasi (pengambilan video) suatu acara. Dan Drone kelas kecil pun tidak banyak/belum diproduksi di Indonesia.

2. Mobil listrik.
Walaupun masih tersendatnya pengembangan di Indonesia serta aspek legalitas yang belum ada/secara khusus melindungi namun perlu ditingkatkan pengembangannya terutama oleh pihak swasta. Sedangkan bisnis yang akan menggunakan mobil listrik diprediksi mudah untuk dimunculkan.

3. Mobil dengan pengemudi otomatis.
Bikin mobil manual aja masih susah apalagi mau buat yang bisa mengemudikan secara otomatis. Untuk hal yang satu ini kita masih sebagai follower negara lain kecuali ada entrepreneur atau technopreneur yang dengan tekad kuat mau mengembangkan mobil semacam ini.

4.Aplikasi Smartphone khusus transportasi dan otomotif.
Ojek online walaupun dinilai cukup berhasil tetapi masih banyak tanda tanya mengenai perhitungan keuntungan dan payung hukum untuk operasional. Tetapi tetap harus dikembangkan karena potensinya masih sangat besar.

Kenapa yang muncul empat hal di atas? Karena memang empat hal di atas yang sedang hangat-hangatnya dikembangkan di negara-negara maju. Oleh karena itu masih ada kesempatan bagi kita untuk berusaha tidak menjadi follower saja tetapi siapa tahu bisa menjadi pionir atau bahkan leader dalam teknologi tersebut atau teknologi baru yang mungkin bisa muncul.


Thursday, June 2, 2016

Cerita Persaingan Usaha Kecil Menengah Jualan Ayam Goreng Krispi

Ketika orang mempunyai lapak jualan makanan tentunya paling tidak dia berbahagia karena dia mempunyai peluang untuk menghasilkan pendapatan. Tapi peluang tinggal peluang kalau ternyata masuk dalam sebuah persaingan.

Cerita ini tentang penjual atau pedagang makanan cepat saji dalam bentuk ayam goreng krispi (seperti KFC lah kalau boleh sebut merek) pinggir jalan. Sudah bukan rahasia lagi orang mulai mudah membuat ayam goreng krispi bahkan sampai dijual. Nah di pinggir jalan yang saya sering lewati akhirnya ada orang yang mengusahakan untuk menjualnya dengan lapak yang sangat sederhana. Sebenarnya di jalan yang sama selang sekitar 100m memang sudah ada pedagang tipe ayam sama dengan bentuk lapak yang hampir sama. 

Dua pedagang ini cukup lama bertahan. Berarti kalau saya berikan analisa maka dua pedagang ini kebetulan mempunyai pasar konsumennya masing-masing dari segi wilayah karena daerah yang padat penduduk dan keduanya dipisahkan oleh dua jalan kecil akses terhadap wilayah pemukiman belum lagi daerah yang diseberangnya. Ada persaingan tapi tidak signifikan.

Yang menarik adalah kemunculan lapak ayam goreng krispi baru yang berlokasi dekat (bahkan berseberangan walaupun beda arah hadap dagangannya) dengan penjual pertama yang saya sebutkan. Lapak atau gerobaknya terlihat lumayan bagus dan lebih bersar berbeda dengan yang pertama tersebut. Ketika saya tanyakan kepada penjual baru tersebut apa yang membedakan antara ayam gorengnya dengan ayam goreng pesaingnya yang pertama saya sebut dia bilang bahwa yang dia jual lebih enak.

Memang ada beberapa perbedaan antara ayam goreng krispi yang dua saya sebut di awal (kita sebut tipe A) dengan yang baru ini (kita sebut tipe B):
-Dari segi harga tipe A jauh lebih murah dari tipe B hampir 1/2 kali lipat.
-Tepung tipe A pada ayam gorengnya jauh lebih tebal dari tipe B.
-Ayam Goreng Krispi tipe A dibungkus dengan kantong dari kertas bekas seperti bila kita membeli pisang goreng pinggir jalan. Sedangkan tipe B menggunakan kotak makanan dari karton atau menggunakan kertas tipis khusus makanan.
-Dari segi rasa agak sedikit lebih enak tipe B.
-Tipe B jual nasi dan ada varian jualan lainnya. Tipe A hanya ayam goreng krispi saja.
Tapi tetap dua macam model seperti di atas tidak bisa menandingi ayam goreng yang sdah terkenal itu, ya namanya juga yang versi ekonomis.

Dalam perjalanannya saya sering mengamati stok ayam (terutama yang tipe B) yang terlihat tidak sering susut (terjual) walaupun sebenarnya jam buka mereka agak sedikit berbeda. Tipe A dari jam 11 pagi sampai 4 sore dan tipe B dari jam 2 sampai jam 9 sore. Dan akhirnya yang tipe B tersebut tidak bertahan sampai 2 tahun sehingga bisa dikatan tersisih dari persaingan.

Beberapa waktu kemudian setelah lapak atau gerobak tipe B pertama sudah dibawa kembali pemiliknya, baru-baru ini muncul kembali lapak ayam goreng krispi yang bertipe B dengan brand yang berbeda. Dia mengambil lokasi berjualan yang agak jauh dari tipe A yang pertama. Bahkan kalau dilihat dia memposisikan ada di tengah dari dua tipe A yang sudah berjualan sebelumnya.
Pertanyaannya adalah.....
Apakah si penjual tahu ada pedagang ayam yang bertipe sama dengan dirinya sudah gagal?
Apakah dengan memposisikan diri di tengah peluang penjualan sukses masih bisa tercapai?
Pertanyaan lanjutan adalah...
Apakah jelas bahwa harga yang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk membeli makanan terlepas dari pelayanan dan kualitas makanan?

Memang kita tidak boleh meremehkan orang yang mau berusaha. Tapi sebagai orang yang sering "ditakut-takuti" dengan ilmu ekonomi maka jelas kita punya hitung-hitungan. Ya mungkin kita doakan yang terbaik saja bagi pedagang-pedagang itu. Yang penting makanan harus halal dan jauh dari unsur untuk merusak tubuh manusia.

Tuesday, May 31, 2016

NEW HONDA BRIO!

New Honda Brio segera hadir untuk menjadi pilihan transportasi anda.

  

New Brio Satya
New Brio RS

Feature:
RS Sporty Design
-New Front Design With Projector Headlamp
New Orange Stitch
New Sporty Dashboar Design
New Sporty Tuned

Satya Cool Design
First CVT In LGCG Class

Friday, May 27, 2016

Angkot Jorok di Kota Bandung

Saya adalah seorang pengguna angkot (angkutan kota) yang cukup sering karena memang angkot masih saja jadikan sarana transportasi utama. Belakangan dalam beberapa perjalanan saya menggunakan angkot tersebut saya menyadari bahwa mobil angkot yang saya gunakan dalam keadaan sangat kotor dan tidak terawat. Entah mengapa saya yang telah bertahun-tahun menggunakan angkot menjadi tersadar dengan keadaan angkot tersebut. Sayangnya saya sedang tidak membawa alat dokumentasi seperti kamera atau hp. Tapi saya dapat memberi penilaian bahwa angkot yang saya naiki tersebut dalam kondisi sangat kotor dan tidak terawat dan untuk pertama kalinya saya benar-benar merasa tidak nyaman hingga hendak turun saja.

Saya tidak tahu apakah fenomena makin banyaknya angkot jorok dikarena penggunaan angkot yang mulai turun seiring dengan banyaknya pemotor sehingga turunnya motivasi (akibat pemasukan yang berkurang) pemilik dan apalagi supir untuk memperhatikan kondisi angkot mereka. Tapi walaupun begitu ya sebelum berangkat mencari penumpang paling tidak disapu atau dilap sedikit lah. Diwaktu dulu masih berjaya tidak menemukan sekalipun angkot jorok semacam itu. Walaupun sekarang banyak juga angkot dengan mobil baru tapi masih sangat sedikit jumlahnya dibandingkan dengan mobil-mobil tua yang masih terus dipaksakan bekerja.

Yang pasti angkot masih dibuthkan tetapi lebih baik jumlahnya dikurangi. Siapa yang tidak siap dengan pelayanan yang baik maka lebih baik cari bisnis lain. Kenyamanan penumpang menjadi salah satu alasan utama mereka bertahan menggunakan angkot.

Tuesday, May 24, 2016

Perang pengaruh di Media Sosial dan Meredupnya Bisnis Media Cetak

Media-media cetak mulai berguguran. Nama-nama besar dalam bisnis media pun bila bertarung di media internet pun belum tentu menghasilkan. Semua itu imbas dari semakin terbiasanya orang menyerap informasi dari media sosial.

Penggalan informasi yang terdapat dalam sebuah judul berita dalam bentuk tautan di media sosial terutama twitter cukup menjadi sebuah informasi bagi sebagian orang. Artinya tidak ada tindak lanjut dari si pembaca untuk membaca informasi yang lengkap dalam halaman yang dimaksudkan tautan tersbut. Celakanya kadang judul memang dibuat untuk menimbulkan terlebih dahulu emosi pembaca sehingga ada ketidaksesuaian informasi pada judul dengan berita.

Selain itu orang lebih suka didongengkan oleh orang lain yang terklasifikasi menjadi penyebar informasi. Penyebar informasi ini biasa disebut "buzzer". Layaknya sebuah "buzzer" atau tanda peringatan yang seketika harus mendapat perhatian karena sesuatu hal yang dia lontarkan. Sebenarnya buzzer tidak menjadi spesifik karena pada dasarnya orang mampu menyampaikan informasi dan menyebarluaskan informasi dengan syarat memang dia mempunyai pengaruh ditandai dengan pembaca setia ataupun pengikut. Nah munculnya berbagai macam penyebar informasi inilah yang menjadi perang pengaruh di media sosial.

Bayangkan saja satu orang bisa mempengaruhi persepsi orang lain dalam hal ini pembaca atau pengikutnya mengenai suatu masalah. Sementara di tempat lain akan ada orang yang kebetulan bertentangan mengeluarkan opininya sendiri. Kondisi ini sangat ramai belakangan ini di media sosial apalagi berhubungan dengan politik.

Orang-orang berpengaruh ini tidak jarang mempunyai corong media yang dia bangun sendiri. Hal inilah yang mengakibatkan pertarungan bisnis media sangat ketat. Biasanya orang-orang berpengaruh ini beberapa berasal dari selebritis atau wartawan atau mantan wartawan. 

Tapi kabar baiknya sampai sejauh ini bahwa penyerapan informasi oleh pembaca masih tersaring dan terpilah sesuai dengan akal. Namun hendaknya harus tetap diwaspadai adanya penyebaran informasi yang tidak sesuai bisa berupa fitnah, pengaburan, opini sesat, "fallacy" dan distorsi informasi lainnya.

Thursday, May 19, 2016

Bagaimana Pengelolaan liga olah raga dan pengelolaan klab secara profesional di Indonesia sekarang ini? bagian terakhir

Di bagian 1 dan 2 sudah dibahas mengenai pengelolaan kompetisi dari cabang olah raga basket. Kebetulan basket adalah olah raga yang lumayan banyak peminatnya. Nah bagaimana dengan cabang-cabang lainnya? Sulit..sangat sulit. Tentunya mereka sebenarnya bukan atlit profesional tetapi masih dalam cakupan amatir. Sebagian bahkan menjadi atlit bukan mata pencaharian utama mereka.

Saya mempunyai pemikiran bahwa parameter sebuah negara dikatakan maju apabila mereka sukses di cabang-cabang olah raga dan mendunia. Bukan 1 atau 2 cabang atau yang sifatnya khusus atau sekali-kali.

Ya jadi demikianlah. Kuncinya sebenarnya adalah bagaimana olah raga tersebut  bisa menjual dan daya beli masyarakat untuk membeli jualan itu. Dan tentunya semuanya membutuhkan modal yang sangat besar.

Thursday, May 12, 2016

Bagaimana Pengelolaan liga olah raga dan pengelolaan klab secara profesional di Indonesia sekarang ini? bagian 2

Post terakhir sudah membahas dari sisi klab atau tim. Nah bagaimana dari sisi penyelenggara kompetisi? Sebelumnya bagian 1 bisa dibaca di sini

Kalau klab saja minimal harus mempunyai 3-5 milyar rupiah maka pihak penyelenggara dalam hal ini EO harus menghimpun dana lebih dari 10 atau bahkan 15 milyar rupiah. Darimanakah dana sebesar itu mungkin terkumpul? 

Perkiraan dana terkumpul dari beberapa sumber utama. Dari hak siar televisi, dari sponsor utama dan dari sponsor/bantuan lain seperti dari induk organisasi. Nah di sini yang menarik. Berapa sih kemampuan televisi dalam memperoleh hak siar? Berapa sih sponsor utama harus memberi kontribusi dan berapa pula bantuan pemerintah melalui induk organisasi.

Hak siar mungkin bisa mencapai 2-3 milyar rupiah. Sponsor utama mungkin bisa mencapai 3-5 milyar rupiah. Bantuan pemerintah dan lain-lain mungkin bisa mencapai 1-2 milyar rupiah. Seperti kita lihat hitungan keseluruhan dana tersebut belum mencapai 10 milyar lebih. Tapi apakah iya benar demikian? atau bisa jadi lebih kecil. Menjadi sangat berat bagi pihak penyelenggara apabila mereka masih harus memberikan subsidi dan atau pembagian hak siar bagi masing-masing klab. Ingat bahwa klab pun masih riskan dengan penerimaan modal.

Sehingga berdasarkan gambaran di atas bahwa menyelenggarakan kompetisi bagi EO sepertinya sangat pas-pasan (tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan) mengingat biaya produksi dan penyelenggaraan sangat tinggi karena melibatkan banyak personel dan akomodasi perpindahan tuan rumah penyelenggara.

Wednesday, May 4, 2016

Bagaimana Pengelolaan liga olah raga dan pengelolaan klab secara profesional di Indonesia sekarang ini? bagian 1

Di Indonesia hampir dipastikan belum ada liga atau kompetisi olah raga dan klab yang dikelola secara profesional. Kalaupun ada hitungannya masih setengah profesional karena ada aspek-aspek yang diabaikan sebagai syarat liga dan klab profesional.

Untuk membahas judul postingan ini, kita ambil contoh aja cabang olah raga basket. Kompetisi atau Liga saat ini baru saja berubah operator pelaksananya. Tidak diketahui mengapa ada perpindahan operator pelaksanaannya selain karena mungkin kontrak juga sudah habis. Tapi seperti yang sudah-sudah sangat tergambarkan bahwa mengelola liga atau kompetisi itu berat terutama dari segi modal atau pembiayaan. Hanya EO (event organizer) sebagai operator yang bernyali besar mau mengadakan liga atau kompetisi. Faktanya kompetisi bola basket Indonesia yang utama ketika bernama NBL, operatornya dibujuk untuk mau mengadakan liga.

Ok lah kita lihat dari sisi pengelolaan klab atau tim basket. Ada minimal 15 orang dalam 1 tim dan sekitar 10-15 orang staf termasuk manajer dan pelatih. Dari jumlah personel tersebut sekitar 30-an orang maka biaya penggajian selama 1 musim atau sekitar 10 bulan total bisa mencapai 2 milyar rupiah lebih (secara sederhana pemain kelas atas bisa digaji minimal 10 juta rupiah per bulan). Biaya operasional seperti akomodasi bisa mencapai lebih dari 2 milyar rupiah. Maka klab atau tim harus mampu menyediakan sekitar minimal 5 milyar rupiah untuk mengarungi 1 musim liga atau kompetisi.

Pertanyaannya ialah dari mana mereka mendapatkan dana sebesar itu? Sering ada pemilik klab atau tim yang memang bisa menyisihkan keuntungan (bisa juga dalam bentuk grup) yang ia dapat sebagai pemasukan modal tim atau biasanya melibatkan perusahaan yang dia punya. Biasanya orang atau pemilik itu adalah yang sangat cinta pada permainan basket itu sendiri. Tambahan modal lain tentunya didapat dari sponsor.

Sponsor inipun tentunya dia punya hitungan sendiri. Apa iya dia akan memberikan dana besar kalau cakupan orang yang bisa melihat "brand" atau nama produk mereka (biasanya ditempatkan di kaos dan perlengkapan tim) itu luas. Penulis memprediksi bahwa akan sangat berat apabila pihak sponsor bisa memberikan dana lebih dari 1 milyar rupiah (ingat bahwa klab harus punya setidaknya 5 milyar rupiah).

Satu lagi pendanaan berasal dari subsidi atau pemberian modal dari penyelenggara liga sebagian bagian dari hak siar (biasanya). Untuk hal ini dan hal seperti bantuan dari pengurus organisasi atau induk oraganisasi cabang olah raga, penulis juga hanya meraba-raba. Kalaupun iya ada nilainya pun relatif kecil per klab atau tim mungkin maksimal 1 milyar rupiah.

Kenapa penulis semuanya menggunakan perkiraan pada postingan blog kali ini? Karena memang tidak ada transparansi dari seluruh elemen liga atau kompetisi. Hal inilah yang penulis sebutkan di atas sebagai salah satu mengapa bisa dikatan liga atau kompetisi basket di Indonesia masih belum profesional. Bandingkan dengan liga NBA dimana kontrak-kontrak sangat jelas.

Kembali lagi ke masalah sebelumnya mengenai dana klab basket. Sejauh ini sudah terkumpul dana sekitar mungkin 3 milyar rupiah. Mungkin nilai sebesar itulah yang didapatkan oleh tim atau klab kecil. Dengan hitungan seperti di atas maka bisa saja ada pemain yang digaji bahkan di bawah UMR per bulan. Apa iya sebagai pemain basket menjanjikan? Apa iya bisa menjadikan motivasi yang kuat untuk meraih prestasi? Ini baru cabang basket yang bisa meraih cukup banyak penonton. Bagaimana dengan cabang lainnya?




Tuesday, May 3, 2016

Opini: Beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab Leicester Juara Liga Inggris

Berikut adalah opini penulis berdasarkan hasil analisa mengapa tahun ini Leicester City (LCFC) bisa menjadi juara liga Inggris:

1. Formasi tim Leicester pada tahun ini diyakini adalah yang paling seimbang dan sangat pas/cocok/sesuai. Ditambah lagi dengan racikan strategi dari Claudio Ranieri sebagai pelatih baru yang tentunya sesuai dengan tim yang ada menjadikan permainan mereka menjadi solid dan terbukti mampu mengarungi jadwal kompetisi sepak bola khususnya di liga Inggris.

2. Ada kejenuhan permainan dialami oleh tim-tim besar liga Inggris seperti Chelsea, Arsenal dan Manchester City serta masih lemahnya MU dan Liverpool dalam membangun tim. Sangat penat dan sangat tidak bergairah melihat permainan tim-tim tersebut.

3. Tim-tim papan tengah pun tidak terlalu menonjol dan tidak memberikan banyak kejutan terkecuali Tottenham Hotspur yang akhirnya menjadi saingan mereka. Tim-tim seperti Swansea, Everton , dll. yang musim lalu sering memberikan kejutan tahun ini malah sedang mengalami penurunan.

Jadi kesimpulannya adalah Leicester mempunyai tim yang benar-benar pas baik dari segi tim, permainan dan bahkan waktunya. Dan kombinasi modal inilah menjadi modal/kunci keberhasilan sebuah tim di liga inggris atau Premiere League yang tidak melibatkan banyak uang.

Di liga-liga negara lain pada masa sepak bola moderen dari tahuan '90an sebenarnya ada juga yang mengalami nasib seperti Leicester ini. Di Spanyol dulu (1999-2000) ada Deportivo La Coruna. Di Italia ada Sampdoria (1990-1991) dan di Jerman ada VfL Wolfsburg dan lain-lain. Bahkan di turnamen seperti Piala Eropa kita masih tercengang dengan juara seperti Denmark dan Yunani.

Sekarang pertanyaannya adalah apakah Leicester mau berkembang seperti Chelsea dan Manchester City atau hanya sebagai tim pembeda saja. Patut kita tunggu di musim-musim selanjutnya. Apakah modal uang sedikit ini bertahan atau hanya modal besar yang bisa menjadikan sebuah tim menjadi konsisten sebagai tim papan atas.

Tuesday, April 19, 2016

Ketika Tiki-Taka FC Barcelona menjadi sesuatu yang tidak Indah lagi.

Kekalahan beruntun FC Barcelona dalam 2 pekan ini memperlihatkan dengan jelas bagaimana turunnya kemampuan permainan Barca untuk menghasilkan tujuan yang maksimal. Entah memang sedang turun atau bagaimana tetapi faktanya adalah permainan Barca tidak pula dikritik atau dicari kesalahannya. Ini menurut saya bahwa memang tiki-taka Barca bukan sesuatu yang Indah lagi.

Sebaliknya permainan counter attack dan pertahanan yang dulu sering dicaci-maki sebagai permainan tidak "gentleman" karena seperti menaruh bus di depan gawang, pun tidak dikritik juga dan akhirnya sebagai pembenaran. Artinya apa? Artinya adalah itulah strategi yang memang mumpuni dan akhirnya orang mengakui bahwa efektivitas permainan adalah inti dari permainan sebagai jalan menuju kemenangan dalam hal ini ketika berhadapan dengan Barca.

Memang masih agak dini menyimpulkan bahwa permainan Barca sudah habis. Karena Barca bukan tim kemarin sore. Tetapi paling tidak ini adalah sinyalemen kuat bahwa ada masa-masa tertentu dan ada situasi yang sudah sedemikian rupa mudah terbaca sehingga strategi menjadi sesuatu yang baku.

Penulis berharap bahwa semakin banyak perkembangan permainan dimasa yang akan datang. Sehingga bukan lagi jadi dominan di pihak atau tim tertentu saja.


Thursday, January 21, 2016

Akankah pola Film Indonesia bertahan di 2016?

Setelah mengamati film lokal yang beredar di bioskop Indonesia tahun 2015 dan tahun sebelumnya maka pola thema film yang akan laku sangat mudah terlihat dan sepertinya berulang di 2016. Thema yang akan laku antara lain:
1. Sentimen atau serapan keagamaan.
2. Film Komedi yang diusung oleh 3 atau lebih komedian dalam 1 filmnya.
3. Tema sensasional perkelahian dan pertarungan dengan teknik tinggi.
4. Film yang diangkat dari cerpen atau novel remaja dan novel sejarah atau dari pengarang terkenal Indonesia zaman dahulu.
5. Thema kekinian walaupun ini menjadi sangat 'tricky' karena faktor lain harus menunjang juga.

Selain pemilihan thema maka ada teknik-teknik promosi yang pastinya cukup mahal. Promosi yang sangat membantu adalah promosi melalui iklan tayangan televisi (dalam beberapa kali tayang). Promo melalui jejaring sosial baik yang dipromosikan akun khusus 'buzzer' atau dari ciutan individu ke individu (twitter) cukup membantu walaupun tidak signifikan juga.
Pengaruh aktor dan aktris tidak cukup signifikan mengangkat sebuah film agar banyak ditonton.
Peran komunitas bisa sangat menunjang tetapi harus melihat kepada thema film terlebih dahulu, misalkan ada thema keagamaan,.

Apakah pola ini di 2016 akan bertahan? Kita lihat saja nanti.

Monday, January 11, 2016

Kecepatan setelah FUP yang tidak masuk akal.

Banyak sekali paket-paket internet terutama paket internet lewat penyedia jasa jaringan telepon seluler menggunakan istilah-isitilah yang mengesankan internet yang disediakan itu tidak berbatas dengan syarat FUP atau Fair Usage Policy dimana ada batas kuota data yang bisa dinikmati oleh kecepatan normal (pada kenyataannya kecepatannya ya biasa-biasa aja). Di luar itu kecepatan diturunkan.

Kecepatan setelah FUP inilah yang sangat tidak masuk akal. Ada yang menawarkan 64 kbps (kecepatan download 6,4 kbps) ada yang menawarkan di 160 kbps (kecepatan download 16 kbps) dan ada juga yang menawarkan di 256 kbps (kecepatan download 25,6 kbps). Apakah itu berarti? Saya jawab 'TIDAK SAMA SEKALI'. Kecepatan itu tidak bisa membuka sebuah website atau menjalankan aplikasi.

Website dan aplikasi sekarang ini setidaknya membutuhkan kecepatan setara 1 mbps (kecepatan download 100 kbps) untuk menambilkan semua kontennya dengan lengkap dan relatif cepat. Ingatlah bahwa kecepatan yang ditawarkan adalah up to sampai puluhan mbps. Kalau up to sudah demikian sangat cepat masa batas bawahnya hanya sekedar kbps? Itulah mengapa kecepatan setelah FUP tidak masuk akal selain karena alasan lain di atas.