Saturday, October 17, 2015

Produk-produk Sosis, Olahan daging Sapi, Halal

Berikut ada beberapa produk sosis olahan daging sapi, halal.


Produk-produk Olahan Daging Sapi, Halal

Sedia produk-produk olahan daging sapi, halal.


Wednesday, October 14, 2015

Kenapa kinerja keuangan Twitter menurun?

Kenapa kinerja keuangan twitter menurun? Karena menurut saya twitter masih malu-malu mengkomersilkan setiap aspek yang dia punya. Twitter harus segera mencontek Facebook yang kaya akan iklan.

Biaya pengelolaan sebuah website internet apalagi yang sifatnya sudah aplikatif (bukan sekedar informasi/melibatkan database yang besar dan sistem lumayan rumit) itu sangatlah besar. Bayangkan Facebook dan apalagi Google yang punya pembangkit sendiri untuk pusat instalasi datanya. Biaya-biaya inovasi bisa saja muncul dan tentu biaya-biaya lainnya. Oleh sebab itu diperlukan adanya pembiayaan yang cukup stabil bagi kinerja mereka.

Dari dulu saya sering mengatakan bahwa Twitter akan lebih cocok untuk untuk hubungan corporate dengan kustomer atau hubungan lain yang setara atau dalam bentuk penyampaian berita singkat dari media online. Jika hanya mengandalkan person to person maka fasilitas hanya akan menjadi murah dan keterbukaan informasi kemudian dijadikan guyonan atau untuk kepentingan pribadi. Parahnya bahkan menjadi ajang kampanye negatif oleh pribadi atau kelompok tertentu.

Sudahlah tidak perlu menjadi 'hipokrit'. Komersialisasi memang akan menumbuhkan pendapatan dan menyehatkan finansial mereka. Toh mereka sudah mendapatkan banyak database yang menghimpun informasi-informasi yang luar biasa. Jadi modalnya lebih dari cukup. Tinggal menerapkan inovasi-inovasi yang tentunya mereka sudah pikiran sebelumnya.

Kita lihat twitter pada kesempatan yang akan datang. Apakah ada langkah-langkah baru yang mereka terapkan dan hubungannya dengan kinerja keuangan mereka.

Rumah Bambu Khas Jawa Barat

Rumah Bambu cukup identik dengan budaya di sebagian besar Jawa Barat. Bahkan sampai saat ini kita masih melihat di beberapa kampung masih setia dengan rumah bambu tersebut. Buku berikut ini adalah buku mengenai desain rumah bambu khas Jawa Barat. Bisa digunakan untuk bisnis restoran, penginapan atau peristirahatan.


Tuesday, October 13, 2015

Dibodohi oleh Internet?

Banyak yang bilang Internet adalah sumber ilmu. Tentunya segala macam ilmu. Ilmu yang positif diyakini membuat anda semakin pintar. Tetapi bagaimanakah perjalanan anda mendapatkan internet dari sejak internet hadir.

Saya adalah orang yang benar-benar akrab dengan hadirnya internet atau sejarah keberadaan komersialisasi internet. Saya pernah merasakan bagaimana merasakan internet dengan Dial Up modem 56kbps sampai pernah yang 128kbps. Bayangkan dengan 9000 rupiah per jam dikeluarkan oleh salah satu provider negeri.

Karena dirasa kemahalan maka petualangan internet mulai masuk ke warnet-warnet dengan tarif 4500 atau 3000 rupiah per jam. Ketika itu masih ingat bahwa kecepatan 120kbps bisa dinikmati tapi hanya rebutan oleh 2 orang saja pengunjung warnet. Artinya hanya 12kb per detik download untuk semua 8 user yang hadir berbarengan. Kebayang kan lambatnya. Kalau pake dial up paling mentuk di 6 atau 8kb per detik.

Karena kecepatan warnet ga maju-maju. Kemudian berkembang dengan modem CDMA yang menyediakan sampai 12-15kb per detik kecepatan riil (128-150kbps) untuk download. Memang sama dengan warnet tapi bisa diakses dimana saja asal ada sinyal. Dan warnet pun bertambah kecepatannya tetapi tidak jauh. Sehingga pilihan modem CDMA sangat memadai. Waktu itu inget saya membeli paket modem seharga 500 ribu rupiah.

Kemudian ada modem GSM 2G/3G dan CDMA EVDO yang katanya menawarkan sampai 1-3mbps atau seharusnya sekitar 300kb per detik. Pada kenyataannya hampir tidak pernah bisa mencapai 300kb per detik untuk download apalagi dalam kestabilan. Untuk up to yang ditawarkan hanya sampai yang didapat rata-rata 20-30kb per detik saja untuk download di awal kemunculannya. Waktu itu pernah saya mencoba untuk membeli promo harga 600 ribu untuk modem dan potongan pengisian pulsa. Kepuasannya hanya bertahan 3 bulan. Ada juga provider dengan menggunakan ADSL dengan hitungan yang cukup murah jika dan benar-benar jika pada masa promo.

Pun demikian dengan modem-modem teranyar sekarang sangat jarang untuk mencapai kecepatan yang ditawarkan. Kalau ada mungkin pada saat promo dan lagilagi tidak stabil.

Kenapa saya tidak membicarakan nama providernya? Karena memang mereka relatif sama dalam harga. Sehingga menurut saya secara tidak langsung mereka semua melakukan kartel yang dikomandoi oleh provider negeri. Kalaupun harganya berbeda karena promo yang berlaku dan akhirnya sama juga oleh kondisi-kondisi pasca mulai berlangganan seperti memainkan limitasi kuota data dan sebagainya.

Dengan sejarah panjang menggunakan internet seperti itu adakah ilmu yang didapat? Saya pastikan ada. Tetapi entah mengapa saya juga merasa dibodohi sekian lama dengan regulasi-regulasi yang selama ini diberlakukan. Karena kalau kita melihat sejarah di atas ada beberapa kesimpulan yang diambil:
1. Tidak pernah merasakan secara maksimal teknologi yang ditawarkan terutama tentang kecepatan download data (bahkan mungkin hanya 1/3 dari kemampuan maksimal.
2. Harganya mahal.
3. Semua provider melakukan hal yang sama.

Tapi saya harap anda mendapatkan kepuasan dalam berlangganan internet selama ini Mungkin dugaan di atas hanya datang dari saya semata.

Monday, October 12, 2015

Habitasi Manusia lebih berbahaya dari Radiasi Nuklir?

Ini artikel yang sangat menarik. 
Inti artikel di atas adalah seorang peneliti memberikan kesimpulan awal bahwa ternyata perkembangan populasi hewan liar di daerah Zona Ekskuli Chernobyl atau daerah terdampak radiasi dari Chernobyl adalah kemungkinan bahwa justru karena manusia tidak berada di daerah tersebut atau tidak adanya habitasi manusia di daerah tersebut karena mereka sudah pindah akibat bencana Chernobyl. 

Ketiadaan manusia tersebut menjadikan satwa atau hewan liar yang walaupun daerahnya terkena radiasi nuklir mampu berkembang biak cukup baik. Apakah ini bukti dari Habitasi Manusia lebih berbahaya dari Radiasi Nuklir? Kalau melihat artikel ini maka kita perlu merenungkan daerah-daerah Sumatera dan Kalimantan yang alam liarnya terdesak oleh habitasi manusia. Contoh kasus pembunuhan hewan-hewan liar yang dianggap membahayakan warga karena mencari makanan masuk ke kampung adalah bukti nyata dari efek habitasi manusia. Tapi semua hanya terdiam saja.

Berusaha Makanan harap tidak mengabaikan kualitas makanan layak makan

Orang sering bilang bahwa bisnis yang akan terus lancar adalah bisnis yang berhubungan dengan makanan. Saya tidak mengiyakanpun atau tidak setuju. Bisnis makanan baik itu berusaha dengan produksi makanan atau tempat makan/restoran/kedai/warung makan seharusnya menjadi bisnis yang harus dikelola secara serius karena berhubungan langsung dengan sistem tubuh orang yang artinya makanan itu langsung siap dikonsumsi. Makanan yang dihasilkan tentunya harus layak makan mutlak (layak makan artinya tidak ada zat makanan yang berbahaya bagi tubuh, lebih mendalam lagi haruslah halal untuk orang muslim).

Sunday, October 11, 2015

BSKIN BBCREAM


BSKIN BBCREAM untuk perawatan kulit muka anda secara maksimal.