Tuesday, November 3, 2015

We live in the world not in your fantasy.

Penulis memakai jargon atau kalimat ini dalam memahami hubungan antara manusia di dunia:
We live in the world not in your fantasy.
artinya kita hidup di dunia bukan dalam fantasi anda.

Susah memaksakan fantasi anda kepada semuar orang karena orang lain juga memikirkan  fantasi atau mimpi sendiri. Salah satu titik tengah menjembatani dua pemikiran manusia menurut penulis adalah kembali hakekat bahwa semua manusia itu terlahir sama. Sifat humanitas yang dikembangkan pada akhirnya adalah berbuat untuk tidak menyakiti sesama manusia lebih-lebih kita bisa membantu sesama manusia. Saya juga sepaham dengan pemikiran bahwa apa yang kita lakukan sekarang tindak tanduk kita itu mempengaruhi orang lain mungkin tidak dalam waktu dan tempat yang sama.

Kalau manusia ada salah atau khilaf atau kealpaan ya wajar. Tapi tidak untuk melakukan pemufakatan guna menghakimi yang lain. Kalau hubungan manusia di kehidupan nyata sudah sering merepotkan ya apalagi anda bertengkar dengan media-media sosial internet. Oleh karena itu perhatikanlah bahwa di sisi anda ada seorang manusia maka pahamilah mereka seperti anda memahami anda pada setiap kebutuhan anda.

0 comments:

Post a Comment