Monday, November 9, 2015

Lesunya perekonomian sampai paruh terakhir 2015.

Sebagai contoh sederhana dari lesunya perekonomian ini saya ambil contoh sederhana dengan sebuah acara Malam Kuliner di kota Bandung. Beberapa indikasi adalah menurunnya jumlah lapak dagangan yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Serta jumlah kehadiran pengunjung selama 1 hari tersebut. Dan dari jumlah kejadiran pengunjung pastilah mempengaruhi omzet para pedagang pada hari itu.

Memang ada beberapa faktor tambahan kenapa bisa tidak seramai tahun lalu. Diantaranya adalah malam kuliner tersebut lebih mandiri diadakan oleh kelurahan tidak seperti tahun lalu yang ada campur tangan dari pemerintah kota Bandung. Dan kebetulah hari itu juga diganggu oleh sedikit hujan.

Perilaku konsumen sekarang (terutama kelas menengah kebawah) lebih kepada kebutuhan yang pasti-pasti saja. Jajan atau keinginan membeli hal lain ditekan sedemikian rupa dan tidak dalam kondisi khusus atau mereka akan melakukannya tidak dengan sengaja tetapi sembari melakukan pembelian yang pasti-pasti (makanan kebutuhan sehari-hari) tersebut.

Lesunya perekonomian sampai paruh terakhir 2015 tidak mempengaruhi minat orang untuk sekedar berjalan-jalan murah. Jadi mungkin suatu acara akan rame karena pengunjung sekedar cuci mata dan mencari hiburan gratis.

Optimis bahwa paruh terakhir inilah puncak dari ekonomi yang lesu. Jadi diharapkan tahun depan mulai bangkit bergairah kembali. Dan kondisi di 2015 ini diharapkan hanyalah kontraksi atau gejolak ekonomi yang juga imbas dari lesunya  perkekonomian dunia. Semoga tahun depan jadi lebih baik. Semangat!

0 comments:

Post a Comment