Tuesday, October 13, 2015

Dibodohi oleh Internet?

Banyak yang bilang Internet adalah sumber ilmu. Tentunya segala macam ilmu. Ilmu yang positif diyakini membuat anda semakin pintar. Tetapi bagaimanakah perjalanan anda mendapatkan internet dari sejak internet hadir.

Saya adalah orang yang benar-benar akrab dengan hadirnya internet atau sejarah keberadaan komersialisasi internet. Saya pernah merasakan bagaimana merasakan internet dengan Dial Up modem 56kbps sampai pernah yang 128kbps. Bayangkan dengan 9000 rupiah per jam dikeluarkan oleh salah satu provider negeri.

Karena dirasa kemahalan maka petualangan internet mulai masuk ke warnet-warnet dengan tarif 4500 atau 3000 rupiah per jam. Ketika itu masih ingat bahwa kecepatan 120kbps bisa dinikmati tapi hanya rebutan oleh 2 orang saja pengunjung warnet. Artinya hanya 12kb per detik download untuk semua 8 user yang hadir berbarengan. Kebayang kan lambatnya. Kalau pake dial up paling mentuk di 6 atau 8kb per detik.

Karena kecepatan warnet ga maju-maju. Kemudian berkembang dengan modem CDMA yang menyediakan sampai 12-15kb per detik kecepatan riil (128-150kbps) untuk download. Memang sama dengan warnet tapi bisa diakses dimana saja asal ada sinyal. Dan warnet pun bertambah kecepatannya tetapi tidak jauh. Sehingga pilihan modem CDMA sangat memadai. Waktu itu inget saya membeli paket modem seharga 500 ribu rupiah.

Kemudian ada modem GSM 2G/3G dan CDMA EVDO yang katanya menawarkan sampai 1-3mbps atau seharusnya sekitar 300kb per detik. Pada kenyataannya hampir tidak pernah bisa mencapai 300kb per detik untuk download apalagi dalam kestabilan. Untuk up to yang ditawarkan hanya sampai yang didapat rata-rata 20-30kb per detik saja untuk download di awal kemunculannya. Waktu itu pernah saya mencoba untuk membeli promo harga 600 ribu untuk modem dan potongan pengisian pulsa. Kepuasannya hanya bertahan 3 bulan. Ada juga provider dengan menggunakan ADSL dengan hitungan yang cukup murah jika dan benar-benar jika pada masa promo.

Pun demikian dengan modem-modem teranyar sekarang sangat jarang untuk mencapai kecepatan yang ditawarkan. Kalau ada mungkin pada saat promo dan lagilagi tidak stabil.

Kenapa saya tidak membicarakan nama providernya? Karena memang mereka relatif sama dalam harga. Sehingga menurut saya secara tidak langsung mereka semua melakukan kartel yang dikomandoi oleh provider negeri. Kalaupun harganya berbeda karena promo yang berlaku dan akhirnya sama juga oleh kondisi-kondisi pasca mulai berlangganan seperti memainkan limitasi kuota data dan sebagainya.

Dengan sejarah panjang menggunakan internet seperti itu adakah ilmu yang didapat? Saya pastikan ada. Tetapi entah mengapa saya juga merasa dibodohi sekian lama dengan regulasi-regulasi yang selama ini diberlakukan. Karena kalau kita melihat sejarah di atas ada beberapa kesimpulan yang diambil:
1. Tidak pernah merasakan secara maksimal teknologi yang ditawarkan terutama tentang kecepatan download data (bahkan mungkin hanya 1/3 dari kemampuan maksimal.
2. Harganya mahal.
3. Semua provider melakukan hal yang sama.

Tapi saya harap anda mendapatkan kepuasan dalam berlangganan internet selama ini Mungkin dugaan di atas hanya datang dari saya semata.

0 comments:

Post a Comment