Tuesday, October 20, 2015

Beberapa kelemahan dalam penggunaan Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen berbasis teknologi digunakan sebagai otomatisasi dan komputerisasi berbagai pengolahan data manual atau yang sebelumnya menggunakan form tulis/ketik. Tapi dalam pelaksanaannya masih terdapat kesalahan atau ketidaktepatan yang bisa merusak jalannya sistem. Penulis mempunyai analisa (berdasarkan pengamatan dan keterangan lain) beberapa kelemahan dalam penggunaan Sistem Informasi Manajemen. Berikut rincian hal tersebut:

1. Tidak adanya latihan penggunaan komputer dan perangkat lainnya. 
Faktor ini bisa fatal bagi mereka para operator yang bahkan belum pernah memegang komputer sebelumnya. Proses sistem bisa menjadi lama (input data) karena banyaknya jeda untuk bertanya atau konfirmasi atau bahkan melihat catatan atau panel-panel alat.

2. Membeli perangkat lunak SIM yang tidak kompatibel atau tidak sesuai.
Kalau terkomputerisasi pastinya memakai perangkat lunak atau software juga. Tetapi kadang hanya karena kebutuhan SIM mereka ingin membeli yang sudah jadi dan tidak meninjau ulang sistem. Sebenarnya tidak apa-apa hanya saja perlu ada kustomisasi dari perangkat lunak yang digunakan. Misal: software atau perangkat lunak untuk toko minimarket berbeda antar 1 toko dengan yang lain (walaupun jenis toko sama) ataupun besar kecilnya toko juga berpengaruh. Lebih lanjut bahkan faktor-faktor lingkungan dan budaya bisa saja loh mempengaruhi penggunaan atau tercermin dari software yang digunakan.


3. Harus total semua entitas sistem tercakup dalam SIM yang terkomputerisasi.
Tidak elok misalnya penerimaan barang di FO masih menggunakan tanda terima yang masih ditulis. Penerimaan barang atau segala aktivitas awal yang dimungkinkan adanya input data haruslah termasuk dalam komputerisasi SIM yang terintegrasi menyeluruh. Hilang di awal bisa berdampak serius seterusnya.

4. Perpindahan dan penanganan barang harus disiplin.
Perpindahan dan penanganan barang untuk perusahaan produk jadi atau penjualan barang tentunya masih manual dilakukan. Nah, sayangnya sering ada ketidakdisiplinan dari petugas dalam menanganinya. Permasalahan salah hitung dan salah penanganan atau salah tempat penyimpanan bisa saja terjadi. Biasanya ini berhubungan dengan barang jumlah menengah dan bentuk barangnya tidak dalam paket boks (sudah terpaket dalam satuan jumlah tertentu tapi ini juga harus diperiksa) dan relatif ukurannya kecil. Stok timbul adalah salah satu permasalahan yang bisa muncul walaupun sebenarnya salah input data bisa saja terjadi dan hal ini balik lagi ke nomor 1 di atas.

5. Membuat SIM terkomputerisasi dalam tahapan-tahapan yang semestinya.
Bagi siapapun yang akan menggunakan SIM hendaknya/disarankan memperhatikan tahapan-tahapan pembetukan SIM. Sudah banyak buku yang mengulas hal ini. Diharapkan sih tidak langsung asal jadi dan langsung digunakan walaupun secara alamiah sudah terbentuk tahapan atau langkah dengan sendirinya tetapi tahapan-tahapan atau langkah yang terstruktur akan membuat anda mudah untuk menganalisa sistem dan proses dikemudian hari.

oleh: Cornelis P.

0 comments:

Post a Comment